Monday, 2 June 2014

Gak Boleh Kena Debu

byan terapi
MAS Byan. Demikian anak ketigaku menyebutkan namanya. Ia kini sudah masuk TK (taman kanak-kanak).
Saat ini, Byan menjalani proses terapi. Ia gampang terserang pilek. Hasil pemeriksaan dokter mengindikasikan Byan gejala sinusitis. Karenanya, harus terapi setiap hari di RSUD dr Wahidin Sudirohusodo, Mojokerto.
“Aku gak boleh kena debu, pa,” ujarnya menirukan keterangan dokter yang didengarnya.



Setelah browsing, akhirnya aku tahu apa itu sinusitis, yang semula menurutnya hanya pilek biasa. Diantaranya dari www.blogdokter.net, aku mendapatkan gambaran tentang sinusitis ini.


byan usia 3 tahun

Apakah sinus itu?
Sinus atau sering pula disebut dengan sinus paranasalis adalah rongga udara yang terdapat pada bagian padat dari tulang tenggkorak di sekitar wajah, yang berfungsi untuk memperingan tulang tenggkorak.
Rongga ini berjumlah empat pasang kiri dan kanan. Sinus frontalis terletak di bagian dahi, sedangkan sinus maksilaris terletak di belakang pipi. Sementara itu, sinus sphenoid dan sinus ethmoid terletak agak lebih dalam di belakang rongga mata dan di belakang sinus maksilaris.
Dinding sinus terutama dibentuk oleh sel sel penghasil cairan mukus. Udara masuk ke dalam sinus melalui sebuah lubang kecil yang menghubungkan antara rongga sinus dengan rongga hidung yang disebut dengan ostia. Jika oleh karena suatu sebab lubang ini buntu maka udara tidak akan bisa keluar masuk dan cairan mukus yang diproduksi di dalam sinus tidak akan bisa dikeluarkan.

RODA DUA


Abil
SEHARI kemarin, Minggu, 1 Juni 2014, Dani, anak keduaku, bercerita dengan semangat jika adiknya sudah mulai bisa bersepeda roda dua. 

Yah, awal bulan Juni ini, udah tiga bulan lewat, aku berada di Denpasar Bali.
Kali ini, aku mendapat tugas bantu-bantu Tribun Bali. Sejak 23 Februari 2014 lalu. Tribun Bali terbit awal April 2014 lalu.

Di seberang, Dani bercerita, jika adik bungsu, Abil, sudah tak lagi memakai roda penyangga. Dani berceloteh, roda kecil penyangga sepeda pancal Abil sudah dicopot.

“Mas Dani yang mencopot, pa,” timpal Byan, anak ketigaku.

Byan turut bercerita, jika adiknya, Abil, masih acapkali terjatuh. Tetapi, adiknya gak nangis. Abil kembali mengayuh sepedanya.