Monday, 7 July 2008

Jangan Marahi Anak Sakit!


"Aku kepingin ke jember karena banyak saudaraku, aku sudah dijemput sama tante ya,tiba2 aku sakit, aku kepingin berkata ya Allah sembuhkanlah aku."

Bait kata ini ditulis Safa, anakku di hari keduanya ia masuk rumah sakit. Safa yang sudah merencanakan liburannya, harus terbaring di kamar flamboyan 6 RS Gatoel. Takdir berkata lain. Ia terserang typhus dan radang tenggorokan. suhu tubuhnya naik turun. beberapa kali, panas tubuhnya mencapai 40 lebih derajat celcius.
Safa masuk rumah sakit sejak hari sabtu lalu. saat itu, suhu tubuhnya mencapai 41 lebih. badannya lemas. Ia harus menjalani opname. hari kamis, istriku telpon, kondisi safa menurun, ia terus muntah-muntah. makan bubur dua sendok saja, trus muntah, seluruh isi perutnya keluar. pun demikian pula saat minum obat.
Akhirnya, jumat aku tak kerja. kondisi safa terus menurun, diare tak henti, muntah juga tak berhenti. Obat harus masuk! ini yang ada dalam pikiranku. karena kekalutan itu, aku pun memaksa, bahkan mengancamnya agar meminum obat tanpa muntah.