Asyik Puasa...!
BULAN Ramadan membawa kebahagiaan sendiri bagi anak-anakku; Safa dan Dani. Hari Sabtu itu, mereka berdua mulai hangat membicarakan bulan puasa. Safa berujar akan puasa penuh sehari. Tahun lalu, Safa puasa bedug, ketika waktu Dzuhur masuk, Safa berbuka, dan usai makan dan minum, kembali melanjutkan puasa hingga adzan maghrib berkumandang.
Dani lebih bersemangat lagi. Katanya; "Asyik besok puasa. Berarti aku tidak makan".
Hah. Akhir-akhir ini selera makan Dani memang berkurang. Ia sulit sekali untuk makan. Mesti harus terjadi 'pertempuran' dulu dengan umiknya. Dani memilih untuk minum susu banyak-banyak daripada harus menelan nasi. Jadi, senang puasa karena pagi dan siang hari tak makan ya..... :))
Bulan Ramadan membuat anak-anak bergembira. Terlepas, apa arti bulan puasa bagi mereka. Tapi, kegembiraan menyambut datangnya bulan penuh rahmat juga ada pada anak-anak. Kegembiraan ini tampak tatkala pada malam pertama, Minggu (31/8) malam, kedua anakku (cerita umiknya -maklum aku masih di Surabaya), bersemangat sekali untuk pergi ke masjid. Menjalankan ibadah taraweh yang hanya ada pada bulan Ramadan.
Kegembiraan ini juga dirasa anak-anak lain di lingkungan perumahan kami. Mereka berbondong-bondong dengan berjalan kaki berangkat ke masjid terdekat untuk taraweh. Meski, di masjid, anak-anak ini hanya mampu melakukan sholat isya' sahaja. Sebab, yang berlaku kemudian, mereka terlibat dengan bermain bersama teman-temannya di lingkungan masjid.
Hari pertama puasa pun dilalui. Semangat mereka masih tampak, ketika dibangunkan untuk sahur. Dani yang bermalas-malasan, langsung bangun ketika disebut; ayo sahur. Demikian pula dengan Safa. Alhasil, pintu pertama puasa hari pertama Ramadan pun dilalui.
Kegembiraan masih tampak hingga pagi hari menjelang. Anak-anak masih asyik bermain di halaman depan rumah bersama teman-temannya. Mereka juga saling berujar dengan bangganya, ketika menyebut bahwa mereka puasa.
Hingga siang menjelang. Terik matahari menyengat. Dani yang sudah waktunya berbuka, karena puasa bedug, menolak makan. Ia hanya meminta untuk minum susu.
Safa mulai kelihatan gelisah. Ia tampaknya kehausan setelah seharian bermain dengan teman-temannya. Melihat Dani minum, ia pun tergoda. Berkali-kali meminta izin Umiknya, tetapi tak mendapat respon. Akhirnya, kedua anakku tidur siang.
Sore menjelang, rasa haus dan lapar kembali menerpa Safa. Ia pun meminta izin untuk sekedar minum susu saja. Tapi, kami mencoba melatihnya. Sesorean itu, Safa rewel sekali. Hingga akhirnya, aku ajak anak-anak jalan-jalan untuk mencari takzil.
Safa kembali antusias. Ia pun meminta bermacam-macam makanan. Sedang Dani tertarik dengan kembang api.
Begitu adzan maghrib berkumandang, Safa langsung mengambil minum, dan memakan sedikit kue takzilnya.
"Ternyata sudah kenyang ya.. Padahal tadi rasanya lapar sekali," ujar Safa.
Kami pun menerangkan, bahwa rasa haus dan lapar kala berpuasa adalah sebuah ujian. Yang, tentunya harus kita lalui, jika ingin lulus dengan baik.
Adzan isya' pun berkumandang. Kami bersiap-siap diri untuk berangkat ke masjid, bertaraweh.
2 Agustus 2008.
2 comments:
asyiknya puasa, opo asyiknya tidak puasa bersama bu IPONK?
puasa q msh bolong2
Post a Comment