
Laris manis... ini lah ungkapan yang disampaikan safa, putri pertamaku. safa yang duduk di bangku kelas 1 SDIT Permata Kota Mojokerto ini mengaku laris manis mendapat 'job' untuk mengisi liburan.
Job? Ini bukan arti sesungguhnya. Memasuki masa liburan selama dua pekan, membuat para saudara, mulai tante iva di jember, ibuk mamiek di sidoarjo, hingga mama tetty di tulungagung, mulai 'mendaftar' agar safa berlibur di tempat mereka.
bahkan, ibuk mamiek melalui mbak sheila berjanji akan menjemput safa. Tak kalah, tante iva juga berjanji akan ke mojokerto pada hari jumat, pekan ini. Tujuannya, tentu saja akan menjemput safa agar berlibur di jember.
apa komentar putri ku yang pintar ini? "Aku laris".
tapi, putri ku belum menentukan akan kemana ia liburan. sempat ia berkeinginan akan berlibur ke mbah galek (trenggalek), tapi ia tak mau sendiri. ia mau ajak mas dimas, mas dafi, dan mbak sheila sekalian.
la.. pinter kan anakku. "Enak main di sana bareng-bareng" celotehnya.
bagaimana dengan jember. keningnya pun berkerut. bibirnya bergerak seirama dengan bola matanya yang hitam, tanda ia sedang berpikir. "ke jember dulu, baru ke mbah galek".
Wekz... bagaimana dengan papa dan mama?
wah, liburan telah menjadi 'hak' dia untuk menentukan sendiri akan 'hidup' dimana dan dengan siapa. dibenak anak-anak, liburan panjang berarti bertandang ke rumah saudara.
bagi anak-anak seumur safa, liburan merupakan waktu yang baik untuk menghidupkan kembali tali silaturrahmi dengan saudara-saudaranya yang jauh. menggali kebahagiaan bersama dan menyimpannya dalam memori. mereka akan selalu mengenang masa-masa ini sampai mereka dewasa kelak.
26 juni 2008
1 comment:
laris manis bagaikan jualan umik yg laku besar
Post a Comment