Alhamdulillah....
Akhir bulan Maret 2016, tepatnya hari Kamis, 31 Maret 2016, anakku Sakha Alghaniy Hidayat lahir. Sebuah anugerah yang diberikan Allah SWT bagi kami.
KELUARGAKU
KELUARGAKU terdiri dari seorang papa Bebet, umik Erni, Safa, Dani, Byan, Abil, Sakha.
Tuesday, 12 April 2016
Monday, 2 June 2014
Gak Boleh Kena Debu
![]() |
| byan terapi |
“Aku gak boleh kena debu, pa,” ujarnya menirukan keterangan dokter yang didengarnya.
Setelah browsing, akhirnya aku tahu apa itu sinusitis, yang semula menurutnya hanya pilek biasa. Diantaranya dari www.blogdokter.net, aku mendapatkan gambaran tentang sinusitis ini.
![]() |
| byan usia 3 tahun |
Sinus atau sering pula disebut dengan sinus paranasalis adalah rongga udara yang terdapat pada bagian padat dari tulang tenggkorak di sekitar wajah, yang berfungsi untuk memperingan tulang tenggkorak.
Rongga ini berjumlah empat pasang kiri dan kanan. Sinus frontalis terletak di bagian dahi, sedangkan sinus maksilaris terletak di belakang pipi. Sementara itu, sinus sphenoid dan sinus ethmoid terletak agak lebih dalam di belakang rongga mata dan di belakang sinus maksilaris.
Dinding sinus terutama dibentuk oleh sel sel penghasil cairan mukus. Udara masuk ke dalam sinus melalui sebuah lubang kecil yang menghubungkan antara rongga sinus dengan rongga hidung yang disebut dengan ostia. Jika oleh karena suatu sebab lubang ini buntu maka udara tidak akan bisa keluar masuk dan cairan mukus yang diproduksi di dalam sinus tidak akan bisa dikeluarkan.
RODA DUA
![]() |
| Abil |
SEHARI kemarin, Minggu, 1 Juni 2014, Dani, anak
keduaku, bercerita dengan semangat jika adiknya sudah mulai bisa bersepeda roda
dua.
Yah, awal bulan Juni ini, udah tiga bulan lewat, aku berada di Denpasar Bali.
Yah, awal bulan Juni ini, udah tiga bulan lewat, aku berada di Denpasar Bali.
Kali ini, aku mendapat tugas bantu-bantu Tribun
Bali. Sejak 23 Februari 2014 lalu. Tribun Bali terbit awal April 2014 lalu.
Di seberang, Dani bercerita, jika adik bungsu, Abil, sudah tak lagi memakai roda penyangga. Dani berceloteh, roda kecil penyangga sepeda pancal Abil sudah dicopot.
“Mas Dani yang mencopot, pa,” timpal Byan, anak ketigaku.
Byan turut bercerita, jika adiknya, Abil, masih acapkali terjatuh. Tetapi, adiknya gak nangis. Abil kembali mengayuh sepedanya.
Friday, 13 September 2013
sekapur sirih
![]() |
| ACTION - abil, safa, dani, byan sedang action. |
Semestinya, “Sekapur Sirih” ada di bagian awal. Selayaknya
buku-buku yang acap kali kita baca. Namun kali ini, tampil setelah beberapa
kali tulisan diunggah. Bukan kesengajaan. Tetapi lebih karena kebingungan atau
dalam bahasa Vicky disebut “kontroversi hati” hehehe…
Karena sudah terhitung tahunan tak lagi mengotak-atik laman
ini. Baru hari ini, blog yang sempat mati suri ini kembali diaktifkan lagi.
Makanya, karena mengawali kembali, judul yang dipilihpun “Sekarpur Sirih”.
Karena sudah banyak perubahan terjadi di keluarga kami.
Tuesday, 2 September 2008
Asyik Puasa
Asyik Puasa...!
BULAN Ramadan membawa kebahagiaan sendiri bagi anak-anakku; Safa dan Dani. Hari Sabtu itu, mereka berdua mulai hangat membicarakan bulan puasa. Safa berujar akan puasa penuh sehari. Tahun lalu, Safa puasa bedug, ketika waktu Dzuhur masuk, Safa berbuka, dan usai makan dan minum, kembali melanjutkan puasa hingga adzan maghrib berkumandang.
Dani lebih bersemangat lagi. Katanya; "Asyik besok puasa. Berarti aku tidak makan".
Hah. Akhir-akhir ini selera makan Dani memang berkurang. Ia sulit sekali untuk makan. Mesti harus terjadi 'pertempuran' dulu dengan umiknya. Dani memilih untuk minum susu banyak-banyak daripada harus menelan nasi. Jadi, senang puasa karena pagi dan siang hari tak makan ya..... :))
Bulan Ramadan membuat anak-anak bergembira. Terlepas, apa arti bulan puasa bagi mereka. Tapi, kegembiraan menyambut datangnya bulan penuh rahmat juga ada pada anak-anak. Kegembiraan ini tampak tatkala pada malam pertama, Minggu (31/8) malam, kedua anakku (cerita umiknya -maklum aku masih di Surabaya), bersemangat sekali untuk pergi ke masjid. Menjalankan ibadah taraweh yang hanya ada pada bulan Ramadan.
BULAN Ramadan membawa kebahagiaan sendiri bagi anak-anakku; Safa dan Dani. Hari Sabtu itu, mereka berdua mulai hangat membicarakan bulan puasa. Safa berujar akan puasa penuh sehari. Tahun lalu, Safa puasa bedug, ketika waktu Dzuhur masuk, Safa berbuka, dan usai makan dan minum, kembali melanjutkan puasa hingga adzan maghrib berkumandang.
Dani lebih bersemangat lagi. Katanya; "Asyik besok puasa. Berarti aku tidak makan".
Hah. Akhir-akhir ini selera makan Dani memang berkurang. Ia sulit sekali untuk makan. Mesti harus terjadi 'pertempuran' dulu dengan umiknya. Dani memilih untuk minum susu banyak-banyak daripada harus menelan nasi. Jadi, senang puasa karena pagi dan siang hari tak makan ya..... :))
Bulan Ramadan membuat anak-anak bergembira. Terlepas, apa arti bulan puasa bagi mereka. Tapi, kegembiraan menyambut datangnya bulan penuh rahmat juga ada pada anak-anak. Kegembiraan ini tampak tatkala pada malam pertama, Minggu (31/8) malam, kedua anakku (cerita umiknya -maklum aku masih di Surabaya), bersemangat sekali untuk pergi ke masjid. Menjalankan ibadah taraweh yang hanya ada pada bulan Ramadan.
Wednesday, 6 August 2008
Kalau Gak Juara Bagaimana?
Agustus
merupakan bulan yang ditunggu anak-anak, termasuk Safa dan Dani. Kedua anakku ini senang, karena akan ada lomba-lomba selama bulan Agustus. Seperti yang dilakukan pada Sabtu-Minggu (2-3 Agustus 2008). Sabtu sore, kedua anakku sudah bersiap-siap. Sejak pukul 15.00, mereka sudah pada mandi dan makan. Karena syarat untuk bisa ikut lomba harus sudah mandi dan sudah makan…. pinter juga panitianya.
Padahal salah satu lombanya pukul kendi, meski saat ini yang dipukul adalah air yang ditaruh di kantong plastik, bukan kendi lagi.
Safa berhasil menjadi juara tiga dalam pukul kendi, sedang Dani tak ikut. Setelah aku tanya, dia bilang… “Kalau tidak jadi juara bagaimana, Pa?”
merupakan bulan yang ditunggu anak-anak, termasuk Safa dan Dani. Kedua anakku ini senang, karena akan ada lomba-lomba selama bulan Agustus. Seperti yang dilakukan pada Sabtu-Minggu (2-3 Agustus 2008). Sabtu sore, kedua anakku sudah bersiap-siap. Sejak pukul 15.00, mereka sudah pada mandi dan makan. Karena syarat untuk bisa ikut lomba harus sudah mandi dan sudah makan…. pinter juga panitianya.
Padahal salah satu lombanya pukul kendi, meski saat ini yang dipukul adalah air yang ditaruh di kantong plastik, bukan kendi lagi.
Safa berhasil menjadi juara tiga dalam pukul kendi, sedang Dani tak ikut. Setelah aku tanya, dia bilang… “Kalau tidak jadi juara bagaimana, Pa?”
Monday, 7 July 2008
Jangan Marahi Anak Sakit!
"Aku kepingin ke jember karena banyak saudaraku, aku sudah dijemput sama tante ya,tiba2 aku sakit, aku kepingin berkata ya Allah sembuhkanlah aku."
Bait kata ini ditulis Safa, anakku di hari keduanya ia masuk rumah sakit. Safa yang sudah merencanakan liburannya, harus terbaring di kamar flamboyan 6 RS Gatoel. Takdir berkata lain. Ia terserang typhus dan radang tenggorokan. suhu tubuhnya naik turun. beberapa kali, panas tubuhnya mencapai 40 lebih derajat celcius.
Safa masuk rumah sakit sejak hari sabtu lalu. saat itu, suhu tubuhnya mencapai 41 lebih. badannya lemas. Ia harus menjalani opname. hari kamis, istriku telpon, kondisi safa menurun, ia terus muntah-muntah. makan bubur dua sendok saja, trus muntah, seluruh isi perutnya keluar. pun demikian pula saat minum obat.
Akhirnya, jumat aku tak kerja. kondisi safa terus menurun, diare tak henti, muntah juga tak berhenti. Obat harus masuk! ini yang ada dalam pikiranku. karena kekalutan itu, aku pun memaksa, bahkan mengancamnya agar meminum obat tanpa muntah.
Subscribe to:
Posts (Atom)






